26 November 2014

Rekefansi Pemikiran Ekonomi Muhammad Baqir

A. Pendahuluan
Tumbangnya raksasa Uni Soviet pada dekade 1990-an dalam satu sisi telah mematahkan hukum dialektika Marx yang menyatakan bahwa sistem kapitalisme akan mengalami kehancuran dengan sendirinya. Dengan kata lain, kehancuran sistem kapitalisme merupakan sesuatu yang niscaya dalam sejarah manusia. Bertolak dari fakta sejarah tersebut, tidak mengherankan jika Fukuyama dalam bukunya The And Of History menyatakan bahwa kemenangan kapitalisme dalam menjawab permasalahan sosial-ekonomi manusia, dianggap sebagai proses berhentinya sejarah manusia.

Pendapat Ulama Mengenai Penetapan Harga


Sebagian ulama menolak peran negara untuk mencampuri urusan ekonomi, di antaranya untuk menetapkan harga, sebagian ulama yang lain membenarkan negara untuk menetapkan harga. Perbedaan pendapat ini berdasarkan pada adanya hadis yang diriwayatkan oleh Anas sebagaimana berikut: “Orang orang mengatakan, wahai Rasulullah, harga mulai mahal. Patoklah harga untuk kami.” Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah-lah yang mematok harga, yang menyempitkan dan melapangkan rizki, dan saya sungguh berharap untuk bertemu Allah dalam kondisi tidak seorang pun dari kalian yang menuntut kepadaku dengan suatu kezalimanpun dalam darah dan harta.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah ).

18 April 2011

Tujuan Perusahaan Dalam Perspektif


Oleh: Dani dan Aji M

Tujuan Perusahaan Dalam Perspektif
I.Pengantar

Ekonomi sebenarnya adalah studi tentang perikalu tentang manusia sebagai pelaku konsumsi dan produksi. Kemudian factor yang penting dalam menentukan perilaku manusia adalah system nilai yang di paktekkan. Kerenanya penting untuk mengetahui dan memperhatikan nilai tersebut.

04 April 2011

Apa Itu Bunga?.....

Riba berarti menetapkan bunga/melebihkan atas jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok, yang dibebankan kepada peminjam. Riba secara bahasa bermakna: ziyadah (tambahan).

02 April 2011

Perbedaan antara Bunga dan Bagi Hasil

Islam mendorong praktik bagi hasil serta mengharamkan riba. Keduanya sama-sama memberi keuntungan bagi pemilik dana, namun keduanya mempunyai perbedaan.
berikut adalah perbedaan bunga dan bagi hasil:
Bunga : Penentuan bunga dibuat pada waktu akad dengan asumsi harus selalu untung
Bagi Hasil : Penentuan besarnya rasio/ nisbah bagi hasil dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung rugi.